Diklat VIII Marching Band Gita Wahana Bhakti

Diklat VIII Marching Band Gita Wahana Bhakti


Poltekad 1–2 November 2025

Swaracitta Abhipraya

“March Beyond Limits”


Dua hari penuh semangat, disiplin, dan kreativitas mewarnai pelaksanaan Diklat VIII Marching Band Gita Wahana Bhakti (GWB) yang digelar pada 1–2 November 2025 di lingkungan Politeknik Angkatan Darat (Poltekad). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh anggota untuk memperdalam kemampuan, memperkuat identitas, sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan dalam satu irama. Tahun ini, diklat mengusung tiga fokus utama materi, disampaikan langsung oleh para pemateri berpengalaman yang tak hanya ahli, tapi juga inspiratif di bidangnya.


1. Sejarah Marching Band & GWB – Shalaisya Ainnur Fatiha

Sesi pembuka yang dibawakan oleh Kak Tea sukses mengajak peserta “menyusuri waktu” dalam sebuah perjalanan reflektif dan inspiratif. Peserta diajak menelusuri jejak awal marching band yang bermula dari dunia militer sebagai sarana pengatur ritme dan semangat pasukan, hingga bertransformasi menjadi seni pertunjukan modern yang atraktif, dinamis, dan sarat makna. Melalui penuturan yang hangat dan penuh energi, Kak Tea tidak hanya menyampaikan sejarah sebagai rangkaian peristiwa, tetapi sebagai proses panjang yang membentuk identitas dan karakter sebuah marching band. Lebih jauh, peserta diajak mengenal lebih dekat jati diri Marching Band Gita Wahana Bhakti mulai dari nilai-nilai dasar yang dijunjung tinggi, perjalanan panjang yang penuh tantangan dan pencapaian, hingga budaya disiplin, kekompakan, dan tanggung jawab yang menjadi kebanggaan organisasi. Sesi ini menanamkan kesadaran mendalam bahwa setiap langkah kaki di lapangan, setiap denting nada yang dimainkan, dan setiap formasi yang dibentuk bukan sekadar penampilan, melainkan representasi nama besar dan kehormatan GWB yang harus dijaga bersama.


2. Materi Musik – Rasya Alvin Darmawan

Kelas musik menjadi salah satu sesi yang paling dinantikan oleh para peserta karena menghadirkan pengalaman belajar yang intensif, aplikatif, dan penuh energi. Dipandu langsung oleh Kak Rasya, Kak Rasya memberikan pelatihan intensif tentang:

  • Teknik permainan alat musik tiup dan perkusi

  • Penguatan ritme, tempo, dan dinamika

  • Ensemble playing dan etika bermusik

  • Pengembangan karakter sound khas GWB

Dengan pendekatan yang energik, detail, dan penuh semangat, kelas ini membuka kesadaran bahwa musik bukan sekadar memainkan rangkaian nada, melainkan proses menyatukan emosi, teknik, dan kekompakan untuk menghasilkan satu suara yang kuat dan bermakna.


3. Materi Color Guard – Arif Mustaqim

Di sesi ini, arena latihan berubah menjadi tempat penuh warna dan gerak. Kak Arif mengajarkan:

  • Teknik spinning flag dan equipment lainnya

  • Body movement yang anggun dan tegas

  • Sinkronisasi gerak dengan musik

  • Penerapan prinsip visual effect dalam show

Dari sesi ini, peserta CG belajar bahwa setiap putaran flag, setiap langkah kaki, dan setiap gesture bukanlah gerakan kosong, melainkan elemen bermakna yang bersama-sama membangun cerita dan keutuhan sebuah pertunjukan.


4. Materi Drill – Muhammad Andra Bagus Saputro dan Rizky Zaenuri

Kedisiplinan dan presisi menjadi fokus utama sesi drill yang dibawakan oleh Kak Andra dan Kak Rizky. Materi meliputi:

  • Postur dan teknik marching dasar

  • Step size, alignment, dan konsistensi formasi

  • Latihan tempo yang presisi

  • Pembentukan karakter disiplin lapangan

Melalui sesi drill ini, peserta semakin ditegaskan bahwa marching band bukan hanya tentang memainkan musik, melainkan tentang attitude yang kuat, ketegasan dalam bertindak, dan kesatuan gerak yang mencerminkan profesionalisme tim.



Diklat VIII bukan sekadar rangkaian pelatihan teknis, melainkan sebuah pengalaman utuh yang membentuk karakter, menanamkan nilai, dan memperkuat identitas setiap anggota Marching Band Gita Wahana Bhakti. Melalui materi yang padat dan terstruktur, peserta tidak hanya diasah dari sisi kemampuan, tetapi juga ditempa secara mental dan sikap. Kehadiran para pemateri yang inspiratif memberikan sudut pandang baru, motivasi, serta teladan tentang arti disiplin, tanggung jawab, dan kebanggaan terhadap organisasi. Didukung oleh semangat dan antusiasme anggota yang luar biasa, Diklat VIII menjadi ruang bertumbuh bersama—tempat belajar, berproses, dan saling menguatkan. Kegiatan ini pun menjadi pijakan penting dan langkah besar bagi Gita Wahana Bhakti untuk melangkah menuju pertunjukan yang semakin matang serta pencapaian prestasi yang lebih tinggi di masa depan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan informasi menarik lainnya, kunjungi media sosial kami:

Instagram: @mbgwb

YouTube: MB. Gita Wahana Bhakti UM

Twitter: @MBGWB

TikTok: @mb.gwb



Komentar